Idol, My Love!
Part 8
Cast:
-
Kim So Hyun as So Hyun
-
Kim Myung Soo as L/Myung
Soo
-
D.O as D.O
-
Krystal as krystal
Genre:
School, Friend, Romance, Comedy
Part
8
So Hyun berjalan meninggalkan
D.O yang masih berada didalam kelas. Terlihat jelas ekspresi kekesalan
diwajahnya.
“Apa? Mengganggu? Tidak bisa dipercaya.” Gerutu So Hyun
pelan. Dia lalu melihat jam tangannya. kemudian
meghembuskan napas panjang. So Hyun terus berjalan disekitar SMAnya.
Sampai ia melihat bangku kosong diujung sekolahannya dan duduk diatasnya.
Beberapa saat So Hyun duduk dibangku itu, tiba-tiba D.O datang kearahnya.
“So Hyun… miane! Tadi itu salah paham.” Kata D.O dingin.
“Mwo?” tanya So Hyun. Namun D.O tidak menjawab perkataan So
Hyun dan berlalu begitu saja.
“Dasar aneh..” gumam So Hyun.
Dari kejauhan tampak L sedang berjalan di koridor sekolah.
Tiba-tiba bola matanya menangkap sosok So Hyun yang sedang duduk melamun.
Dengan senyum evilnya, dia berjalan mendekati So Hyun. Sepertinya dia sedang
merencanakan sesuatu.
Tiba-tiba saja So Hyun terkejut mendapati L yang sedang
duduk disampingnya.
“Wheo?” tanya L tanpa melihat So Hyun. Matanya terpejam dan
kepalanya sudah bersandar dikursi.
“Mengapa kau berada disini. Pergilah.. itu sangat
mengganggu.” Ucap So Hyun dingin. Mendengar perkataan So Hyun, L membuka
matanya dan menatap So Hyun.
“Apakah salah jika aku duduk disini? Ini juga milik umum.
Siapapun boleh jika ingin duduk disini. Jadi, kau tak bisa mengusirku.” Protes
L disertai senyum evilnya.
“Baiklah, aku yang akan pergi.” So Hyun lalu berdiri akan
pergi dari situ, tetapi tiba-tiba L menahan tangan So Hyun dengan tangannya. So
Hyun tampak terkejut dengan apa yang dilakukan L padanya. So Hyun menarik
tangannya dari tangan L, namun sia-sia saja. Karena L malah semakin mempererat
memegangnya.
“Tinggallah disini sebentar saja.” Pinta L. So Hyun terdiam
mendengar permintaan L padanya. Karena So Hyun yang tak kujung duduk, akhirnya
L menarik So Hyun untuk duduk disampingnya. Setelah So Hyun duduk, L melepaskan
tangannya dari lengan So Hyun.
“Tinggallah lima menit saja.” Pinta L lagi. L pun
memejamkan matanya dan menyandarkan kepalanya pada belakang bangku. Selama lima
menit itu, tanpa ada kata yang keluar dari mulut keduanya. Suasananya pun
tampak tenang. Sangat damai, dan semilir angin yang berhembus tenang membuat
suasana terasa nyaman. So Hyun hanya diam saja dan sesekali melirik kearah L
yang terpejam. Tepat lima menit kemudian, L membuka matanya.
“Sekarang kau bisa pergi.” Ucap L. tanpa menjawab perkataan
L, So Hyun segera berlalu dari L. setelah So Hyun pergi, L pun menghembuskan
nafas panjang.
“Meski sebentar. Rasanya benar-benar nyaman.” Gumam L. lalu
dia memegang dadanya. Seperti sesuatu yang berbeda terasa didadanya.
Suasana kelas tampak gaduh. Maklum, ini adalah waktu
istirahat. D.O tertidur dibangku yang telah disambungkan dengan bangku So Hyun.
Tak lupa juga tas So Hyun yang menjadi bantalnya. Sangat lelap, bahkan dia
tidak peduli dengan suasana kelas yang berisik.
Diluar kelas, So Hyun masih bingung dengan apa yang baru
saja terjadi padanya. Bagaimana bisa L bersikap seperti itu. Akhirnya dia
memutuskan untuk duduk dibangku beton (?) atau apalah itu yang berada didepan
kelasnya. Dia membayangkan saat L menahan tangannya.
“Aiysshhh… ada apa dengan diriku.” Gumam So Hyun sambil
memukul-mukul pelan kepalanya. Dan akhirnya dia masuk ke kelas. Ketika sampai
dibangkunya, raut wajahnya berubah masam. Dilihatnya D.O sedang terlelap dibangkunya,
serta ditemani oleh tasnya yang menjadi bantal empuk D.O. dan akhirnya…
“Auuchhhh..” teriak D.O ketika So Hyun menarik keras tasnya. Dan alhasil,
kepala D.O membentur bangku dengan keras. Seketika itu, dia terbangun dari
tidur lelapnya. Dilihatnya So Hyun yang berdiri sambil menatap tajam kearahnya.
Dia tampak kikuk saat itu. Namun dia kembali stay cool dan seolah tidak terjadi
apa-apa. Sama sekali tidak merasa bersalah. Meminta maaf pun tidak. So Hyun
lalu menghembuskan napas kesalnya dan duduk dibangkunya.
Seperti biasa, ketika pulang sekolah, So Hyun selalu
berjalan sendiri menuju rumahnya. Tampaknya dia sudah terbiasa melakukan hal
itu. Dia berjalan tanpa semangat menuju rumahnya. Tiba-tiba saja dia merasa
aneh. Seperti ada seseorang yang mengikutinya. Ketika dia menengok kebelakang,
dia tidak menemukan apa-apa. “Mungkin hanya perasaanku saja” katanya dalam
hati. Dia lalu melanjutkan jalannya lagi. Benar saja. Seseorang tengah
mengikutinya dibelakang beberapa hari ini. Seseorang itu memakai jaket, topi
hitam, dan masker serta kaca mata hitam. Setelah So Hyun masuk keapartemennya,
orang itu membuka masker serta kacamatanya. Omoo!!! Dia adalah D.O. dia orang
yang telah mengikuti So Hyun selama ini. Mungkinkah dia menyukai So Hyun?
So Hyun merebahkan tubuhnya dikasur. Smartphonenya
tergeletak begitu saja disampingnya. Tampaknya dia sedang memikirkan sesuatu.
Siapa lagi kalau bukan L. akhirnya dia mengambil smartphonenya dan mencari
sesuatu tentang L di internet. Mesin pencarian pun menampilkan berbagai berita
tentang L.
“whoaahhh… banyak
sekali artikel tentangnya.” So Hyun lalu membuka salah satu artikel tentang L.
artikel tersebut berisi biodata, drama, lagu dan beberapa fakta tentang L.
karena terlalu penasaran, dia menghampiri laptopnya yang berada di meja
belajar. Dia lalu membuka situs youtube dan menemukan L sedang akting di sebuah
drama. Omoo!! L sedang akting didrama Shut Up Flower Boyband. Kemudian
berlanjut ketika L sedang bernyanyi. So Hyun bahkan tidak percaya bahwa L
setenar itu. “Aku tidak percaya si aneh itu bisa akting dan bernyanyi. ” namun
matanya menunjukkan rasa kagum ketika melihat berbagai video tentang L.
“Tampan? Jinjja! Apa mereka buta? Apa bagusnya dia.” Omel
So Hyun saat membaca komentar di video-video itu. Dari itu, So Hyun iseng
dengan memberikan komentar juga. Namun dengan ID yang disamarkan.
“Hahaha.. aku tidak percaya dia sekeren itu. L itu aneh.
Dia sama sekali tak bisa apa-apa.” Komentar So Hyun. Tiba-tiba muncul
balasan yang menyerang So Hyun. Dan munculah beberapa balasan lagi yang juga
menyerang So Hyun.
“Hyaa!!! Kau tidak mengerti sama sekali. L kami
benar-benar keren. Yang aneh itu dirimu.”
“Kami eLement tidak akan memaafkanmu!”
“Dia sangat keren.. bahkan aku tidak rela jika dia
mempunyai kekasih.”
“Apa kau buta? Sampai-sampai tidak bisa melihat sosok
sempurna seperti L?”
“Mungkin dia memang buta. Bagaimana ada orang seperti
itu?”
So Hyun sangat kesal mendapatkan balasan yang menyerang
dirinya.
“eLement? Apa itu? Sosok sempurna? Hah! Hya!!! Aku tidak
buta. Kalian yang buta!” kata So hyun kesal. Namun dia tidak memasukkannya
dalam komentar. Dia lalu menutup laptopnya kesal.
“Lebih baik aku segera tidur. Benar-benar menyebalkan.” So
Hyun pun merebahkan tubuhnya dikasur dan mencoba terpejam.
So Hyun duduk melamun dibangkunya. Tiba-tiba kelasnya
terlihat ribut.
“Apa yang terjadi.” pikir So Hyun. Tampak di ambang pintu
kelas terlihat L sedang berdiri dengan pose cool nya. Matanya lalu menangkap
sosok So Hyun yang juga sedang menatapnya. Seketika senyum manis L disertai
lesung pipinya dilontarkan pada So Hyun. Kepalanya pun memberikan kode supaya
So Hyun ikut bersamanya. Namun So Hyun tampak bingung dengan apa yang yang
dilakukan L. sama sekali tidak mengerti dengan kode L.
“Apa yang dia lakukan?” gumam So Hyun.
“Dia memanggilmu.” Timpal D.O sok tak peduli.
“Nde?” jawab So Hyun tak mengerti. Namun D.O tak
menjelaskannya. Melihat So Hyun yang tak beranjak dari duduknya, L menghampiri So Hyun.
“Mwo?” tanya So Hyun. Namun L tidak menjawab dan segera
menarik tangannya.
“Hyaa!!! Apa yang kau lakukan!” teriak So Hyun mencoba
menarik tangannya. Krystal CS yang melihat tingkah L langsung menghampiri
mereka berdua. Semua orang yang ada disana tampak ribut dengan kejadian ini.
Bahkan Element pun tampak hadir diantaranya.
“L! apa ini!” teriak Krystal. Namun L sama sekali tidak
mempedulikan teriakan Krystal. L terus menarik So Hyun yang sejak tadi
berteriak.
“Diamlah!” perintah L. namun So Hyun terus saja teriak dan
mencoba melepaskan tangannya. sampai di tempat sepi, yaitu atap sekolah. Namun sebelum
itu, dia terlebih dahulu menutup pintu yang menghubungkan atap dengan tangga. L
pun melepaskan tangannya.
“Mwo?” tanya So Hyun. Namun L tak menanggapi pertanyaan So
Hyun dan terus berjalan mendekati So Hyun. Secara otomatis pun So Hyun berjalan
mundur dan terhenti karena tembok.
“Mwo?” tanya So Hyun lagi. L tepat berada didepannya saat
ini. Matanya menatap tajam So Hyun.
“Aku menyukaimu.” Terang L. So Hyun kaget dengan pengakuan
L saat ini.
“M..Mwo? Aku tidak
mengerti.” Tanya So Hyun tak mengerti.
“Aku… me-nyu-kai-mu..” jelas L. So Hyun tersadar bahwa itu
adalah sebuah pengakuan. Dia lalu membayangkan bagaimana jika dia menjadi
kekasih L. dia pasti akan diserang oleh penggemar L, yaitu eLement. Dijambak,
dipukul, diserbu, dan diteror.
“Anni..!!!” ceplos So Hyun.
“Nde?” tanya L bingung.
“Hahahaha… kau pasti salah. Kau tidak mungkin menyukaiku.
Hahhaha..” So Hyun berpikir ini mungkin hanya kesalahpahaman. So Hyun akan
pergi, namun terkunci oleh tangan L yang menghadangnya ke tembok. Tangan L satu
memegang dagu L. So Hyun tampak kikuk.
“Bagaimana jika ini?” L mendekatkan wajahnya ke wajah So
Hyun. So Hyun menutup matanya. Dan bibir
mereka pun semakin dekat… dan semakin dekat….
“So Hyun-ssi… bangun!! Ini sudah siang! Kau bisa terlambat!”
terdengar suara ibu So Hyun disertai suara ketukan pintu. Seketika itu, So Hyun
yang sedang memonyongkan bibirnya membuka mata.
“Whe? Ini mimpi?” gumam So Hyun ketika tersadar.
“Nde. Eomma! Aku sudah bangun.” So Hyun masih melamun
memikirkan mimpinya yang aneh itu. Dia kemudian meraba bibirnya.
“Bagaimana bisa..Ahh!! aku terlambat!” teriaknya ketika
mendapati jam dindingnya sudah menunjukkan pukul 06.30. dia langsung melonjak
dari tempat tidurnya dan segera bergegas ke kamar mandi.
Di lorong sekolah yang tidak terlalu ramai, So Hyun
berjalan menuju kelasnya. Dia terus saja memikirkan mimpinya tadi malam. Dia
tidak habis pikir, bagaimana bisa dia bermimpi seperti itu. Dia lalu
menghembuskan nafasnya. Tampak seseorang mengawasi dari belakang. So Hyun yang
merasa aneh pun menengok kebelakang. Tampaklah D.O yang sedang berjalan
dibelakang So Hyun. Namun D.O seolah-olah bersikap dingin dan cuek. Dan dari
kejauhan, tampak juga L yang sedang berjalan kearahnya.
“Apa jangan-jangan… mimpi itu akan menjadi nyata?”
batin So Hyun. L pun semakin mendekat.
“Anni.. itu hanya sebuah mimpi. Itu tidak mungkin
terjadi.” batin So Hyun lagi. Ketika L semakin dekat, jantung So Hyun
berdetak sangat cepat.
“Omoo! Mengapa jantungku seperti ini? Jebal.. jangan
menyapa.” Pinta So Hyun cemas. Dan akhirnya L hanya melewati So Hyun tanpa
menyapa sama sekali. Permintaan So Hyun terkabul. Dia lalu menghela napas lega.
Namun tiba-tiba, L yang sudah melewati So Hyun begitu saja memutar arahnya dan
menghampiri So Hyun. Dia lalu memegang tangannya dan menariknya persis seperti
di mimpi.
“Hyaa!! Apa yang kau lakukan!” teriak So Hyun ketika
mendapati tangannya yang ditarik L. namun L tak bergeming dan terus menarik
tangan So Hyun.
“Apa mimpi itu akan nyata?” tanya So Hyun dalam hati.
Mereka berpapasan dengan D.O yang sedang menatap keduanya. L pun balas menatap
D.O tajam. Disertai dengan senyum evil kearah D.O. dan tidak disangka, D.O
langsung memegang tangan So Hyun satunya, sebelum So Hyun berlalu dari
hadapannya. Secara otomatis, L dan So Hyun pun terhenti dari langkahnya. So
Hyun sangat terkejut dengan apa yang dilakukan D.O padanya. Kedua tangannya
dipegang oleh kedua idol disekolahnya.
“Mwo? Ini tidak sama dengan mimpiku. Lalu apa ini?”
To be continue…

Tidak ada komentar:
Posting Komentar