Jumat, 27 November 2015

Idol, My love! part 8

Idol, My Love!

 Part 8

Cast:
-          Kim So Hyun  as So Hyun
-          Kim Myung Soo as L/Myung Soo
-          D.O as D.O
-          Krystal as krystal

Genre: School, Friend, Romance, Comedy

Part 8
                So Hyun berjalan meninggalkan D.O yang masih berada didalam kelas. Terlihat jelas ekspresi kekesalan diwajahnya.
“Apa? Mengganggu? Tidak bisa dipercaya.” Gerutu So Hyun pelan. Dia lalu melihat jam tangannya. kemudian  meghembuskan napas panjang. So Hyun terus berjalan disekitar SMAnya. Sampai ia melihat bangku kosong diujung sekolahannya dan duduk diatasnya. Beberapa saat So Hyun duduk dibangku itu, tiba-tiba D.O datang kearahnya.
“So Hyun… miane! Tadi itu salah paham.” Kata D.O dingin.
“Mwo?” tanya So Hyun. Namun D.O tidak menjawab perkataan So Hyun dan berlalu begitu saja.
“Dasar aneh..” gumam So Hyun.
Dari kejauhan tampak L sedang berjalan di koridor sekolah. Tiba-tiba bola matanya menangkap sosok So Hyun yang sedang duduk melamun. Dengan senyum evilnya, dia berjalan mendekati So Hyun. Sepertinya dia sedang merencanakan sesuatu.
Tiba-tiba saja So Hyun terkejut mendapati L yang sedang duduk disampingnya.
“Wheo?” tanya L tanpa melihat So Hyun. Matanya terpejam dan kepalanya sudah bersandar dikursi.
“Mengapa kau berada disini. Pergilah.. itu sangat mengganggu.” Ucap So Hyun dingin. Mendengar perkataan So Hyun, L membuka matanya dan menatap So Hyun.
“Apakah salah jika aku duduk disini? Ini juga milik umum. Siapapun boleh jika ingin duduk disini. Jadi, kau tak bisa mengusirku.” Protes L disertai senyum evilnya.
“Baiklah, aku yang akan pergi.” So Hyun lalu berdiri akan pergi dari situ, tetapi tiba-tiba L menahan tangan So Hyun dengan tangannya. So Hyun tampak terkejut dengan apa yang dilakukan L padanya. So Hyun menarik tangannya dari tangan L, namun sia-sia saja. Karena L malah semakin mempererat memegangnya.
“Tinggallah disini sebentar saja.” Pinta L. So Hyun terdiam mendengar permintaan L padanya. Karena So Hyun yang tak kujung duduk, akhirnya L menarik So Hyun untuk duduk disampingnya. Setelah So Hyun duduk, L melepaskan tangannya dari lengan So Hyun.
“Tinggallah lima menit saja.” Pinta L lagi. L pun memejamkan matanya dan menyandarkan kepalanya pada belakang bangku. Selama lima menit itu, tanpa ada kata yang keluar dari mulut keduanya. Suasananya pun tampak tenang. Sangat damai, dan semilir angin yang berhembus tenang membuat suasana terasa nyaman. So Hyun hanya diam saja dan sesekali melirik kearah L yang terpejam. Tepat lima menit kemudian, L membuka matanya.
“Sekarang kau bisa pergi.” Ucap L. tanpa menjawab perkataan L, So Hyun segera berlalu dari L. setelah So Hyun pergi, L pun menghembuskan nafas panjang.
“Meski sebentar. Rasanya benar-benar nyaman.” Gumam L. lalu dia memegang dadanya. Seperti sesuatu yang berbeda terasa didadanya.
Suasana kelas tampak gaduh. Maklum, ini adalah waktu istirahat. D.O tertidur dibangku yang telah disambungkan dengan bangku So Hyun. Tak lupa juga tas So Hyun yang menjadi bantalnya. Sangat lelap, bahkan dia tidak peduli dengan suasana kelas yang berisik.
Diluar kelas, So Hyun masih bingung dengan apa yang baru saja terjadi padanya. Bagaimana bisa L bersikap seperti itu. Akhirnya dia memutuskan untuk duduk dibangku beton (?) atau apalah itu yang berada didepan kelasnya. Dia membayangkan saat L menahan tangannya.
“Aiysshhh… ada apa dengan diriku.” Gumam So Hyun sambil memukul-mukul pelan kepalanya. Dan akhirnya dia masuk ke kelas. Ketika sampai dibangkunya, raut wajahnya berubah masam.  Dilihatnya D.O sedang terlelap dibangkunya, serta ditemani oleh tasnya yang menjadi bantal empuk D.O. dan akhirnya… “Auuchhhh..” teriak D.O ketika So Hyun menarik keras tasnya. Dan alhasil, kepala D.O membentur bangku dengan keras. Seketika itu, dia terbangun dari tidur lelapnya. Dilihatnya So Hyun yang berdiri sambil menatap tajam kearahnya. Dia tampak kikuk saat itu. Namun dia kembali stay cool dan seolah tidak terjadi apa-apa. Sama sekali tidak merasa bersalah. Meminta maaf pun tidak. So Hyun lalu menghembuskan napas kesalnya dan duduk dibangkunya.
Seperti biasa, ketika pulang sekolah, So Hyun selalu berjalan sendiri menuju rumahnya. Tampaknya dia sudah terbiasa melakukan hal itu. Dia berjalan tanpa semangat menuju rumahnya. Tiba-tiba saja dia merasa aneh. Seperti ada seseorang yang mengikutinya. Ketika dia menengok kebelakang, dia tidak menemukan apa-apa. “Mungkin hanya perasaanku saja” katanya dalam hati. Dia lalu melanjutkan jalannya lagi. Benar saja. Seseorang tengah mengikutinya dibelakang beberapa hari ini. Seseorang itu memakai jaket, topi hitam, dan masker serta kaca mata hitam. Setelah So Hyun masuk keapartemennya, orang itu membuka masker serta kacamatanya. Omoo!!! Dia adalah D.O. dia orang yang telah mengikuti So Hyun selama ini. Mungkinkah dia menyukai So Hyun?
So Hyun merebahkan tubuhnya dikasur. Smartphonenya tergeletak begitu saja disampingnya. Tampaknya dia sedang memikirkan sesuatu. Siapa lagi kalau bukan L. akhirnya dia mengambil smartphonenya dan mencari sesuatu tentang L di internet. Mesin pencarian pun menampilkan berbagai berita tentang L.
“whoaahhh…  banyak sekali artikel tentangnya.” So Hyun lalu membuka salah satu artikel tentang L. artikel tersebut berisi biodata, drama, lagu dan beberapa fakta tentang L. karena terlalu penasaran, dia menghampiri laptopnya yang berada di meja belajar. Dia lalu membuka situs youtube dan menemukan L sedang akting di sebuah drama. Omoo!! L sedang akting didrama Shut Up Flower Boyband. Kemudian berlanjut ketika L sedang bernyanyi. So Hyun bahkan tidak percaya bahwa L setenar itu. “Aku tidak percaya si aneh itu bisa akting dan bernyanyi. ” namun matanya menunjukkan rasa kagum ketika melihat berbagai video tentang L.
“Tampan? Jinjja! Apa mereka buta? Apa bagusnya dia.” Omel So Hyun saat membaca komentar di video-video itu. Dari itu, So Hyun iseng dengan memberikan komentar juga. Namun dengan ID yang disamarkan.
Hahaha.. aku tidak percaya dia sekeren itu. L itu aneh. Dia sama sekali tak bisa apa-apa.” Komentar So Hyun. Tiba-tiba muncul balasan yang menyerang So Hyun. Dan munculah beberapa balasan lagi yang juga menyerang So Hyun.
Hyaa!!! Kau tidak mengerti sama sekali. L kami benar-benar keren. Yang aneh itu dirimu.”
“Kami eLement tidak akan memaafkanmu!”
“Dia sangat keren.. bahkan aku tidak rela jika dia mempunyai kekasih.”
“Apa kau buta? Sampai-sampai tidak bisa melihat sosok sempurna seperti L?”
“Mungkin dia memang buta. Bagaimana ada orang seperti itu?”
So Hyun sangat kesal mendapatkan balasan yang menyerang dirinya.
“eLement? Apa itu? Sosok sempurna? Hah! Hya!!! Aku tidak buta. Kalian yang buta!” kata So hyun kesal. Namun dia tidak memasukkannya dalam komentar. Dia lalu menutup laptopnya kesal.
“Lebih baik aku segera tidur. Benar-benar menyebalkan.” So Hyun pun merebahkan tubuhnya dikasur dan mencoba terpejam.
So Hyun duduk melamun dibangkunya. Tiba-tiba kelasnya terlihat ribut.
“Apa yang terjadi.” pikir So Hyun. Tampak di ambang pintu kelas terlihat L sedang berdiri dengan pose cool nya. Matanya lalu menangkap sosok So Hyun yang juga sedang menatapnya. Seketika senyum manis L disertai lesung pipinya dilontarkan pada So Hyun. Kepalanya pun memberikan kode supaya So Hyun ikut bersamanya. Namun So Hyun tampak bingung dengan apa yang yang dilakukan L. sama sekali tidak mengerti dengan kode L.
“Apa yang dia lakukan?” gumam So Hyun.
“Dia memanggilmu.” Timpal D.O sok tak peduli.
“Nde?” jawab So Hyun tak mengerti. Namun D.O tak menjelaskannya. Melihat So Hyun yang tak beranjak dari duduknya, L  menghampiri So Hyun.
“Mwo?” tanya So Hyun. Namun L tidak menjawab dan segera menarik tangannya.
“Hyaa!!! Apa yang kau lakukan!” teriak So Hyun mencoba menarik tangannya. Krystal CS yang melihat tingkah L langsung menghampiri mereka berdua. Semua orang yang ada disana tampak ribut dengan kejadian ini. Bahkan Element pun tampak hadir diantaranya.
“L! apa ini!” teriak Krystal. Namun L sama sekali tidak mempedulikan teriakan Krystal. L terus menarik So Hyun yang sejak tadi berteriak.
“Diamlah!” perintah L. namun So Hyun terus saja teriak dan mencoba melepaskan tangannya. sampai di tempat sepi, yaitu atap sekolah. Namun sebelum itu, dia terlebih dahulu menutup pintu yang menghubungkan atap dengan tangga. L pun melepaskan tangannya.
“Mwo?” tanya So Hyun. Namun L tak menanggapi pertanyaan So Hyun dan terus berjalan mendekati So Hyun. Secara otomatis pun So Hyun berjalan mundur dan terhenti karena tembok.
“Mwo?” tanya So Hyun lagi. L tepat berada didepannya saat ini. Matanya menatap tajam So Hyun.
“Aku menyukaimu.” Terang L. So Hyun kaget dengan pengakuan L saat ini.
“M..Mwo?  Aku tidak mengerti.” Tanya So Hyun tak mengerti.
“Aku… me-nyu-kai-mu..” jelas L. So Hyun tersadar bahwa itu adalah sebuah pengakuan. Dia lalu membayangkan bagaimana jika dia menjadi kekasih L. dia pasti akan diserang oleh penggemar L, yaitu eLement. Dijambak, dipukul, diserbu, dan diteror.
“Anni..!!!” ceplos So Hyun.
“Nde?” tanya L bingung.
“Hahahaha… kau pasti salah. Kau tidak mungkin menyukaiku. Hahhaha..” So Hyun berpikir ini mungkin hanya kesalahpahaman. So Hyun akan pergi, namun terkunci oleh tangan L yang menghadangnya ke tembok. Tangan L satu memegang dagu L. So Hyun tampak kikuk.
“Bagaimana jika ini?” L mendekatkan wajahnya ke wajah So Hyun. So Hyun  menutup matanya. Dan bibir mereka pun semakin dekat… dan semakin dekat….
“So Hyun-ssi… bangun!! Ini sudah siang! Kau bisa terlambat!” terdengar suara ibu So Hyun disertai suara ketukan pintu. Seketika itu, So Hyun yang sedang memonyongkan bibirnya membuka mata.
“Whe? Ini mimpi?” gumam So Hyun ketika tersadar.
“Nde. Eomma! Aku sudah bangun.” So Hyun masih melamun memikirkan mimpinya yang aneh itu. Dia kemudian meraba bibirnya.
“Bagaimana bisa..Ahh!! aku terlambat!” teriaknya ketika mendapati jam dindingnya sudah menunjukkan pukul 06.30. dia langsung melonjak dari tempat tidurnya dan segera bergegas ke kamar mandi.
Di lorong sekolah yang tidak terlalu ramai, So Hyun berjalan menuju kelasnya. Dia terus saja memikirkan mimpinya tadi malam. Dia tidak habis pikir, bagaimana bisa dia bermimpi seperti itu. Dia lalu menghembuskan nafasnya. Tampak seseorang mengawasi dari belakang. So Hyun yang merasa aneh pun menengok kebelakang. Tampaklah D.O yang sedang berjalan dibelakang So Hyun. Namun D.O seolah-olah bersikap dingin dan cuek. Dan dari kejauhan, tampak juga L yang sedang berjalan kearahnya.
“Apa jangan-jangan… mimpi itu akan menjadi nyata?” batin So Hyun. L pun semakin mendekat.
“Anni.. itu hanya sebuah mimpi. Itu tidak mungkin terjadi.” batin So Hyun lagi. Ketika L semakin dekat, jantung So Hyun berdetak sangat cepat.
“Omoo! Mengapa jantungku seperti ini? Jebal.. jangan menyapa.” Pinta So Hyun cemas. Dan akhirnya L hanya melewati So Hyun tanpa menyapa sama sekali. Permintaan So Hyun terkabul. Dia lalu menghela napas lega. Namun tiba-tiba, L yang sudah melewati So Hyun begitu saja memutar arahnya dan menghampiri So Hyun. Dia lalu memegang tangannya dan menariknya persis seperti di mimpi.
“Hyaa!! Apa yang kau lakukan!” teriak So Hyun ketika mendapati tangannya yang ditarik L. namun L tak bergeming dan terus menarik tangan So Hyun.
“Apa mimpi itu akan nyata?” tanya So Hyun dalam hati. Mereka berpapasan dengan D.O yang sedang menatap keduanya. L pun balas menatap D.O tajam. Disertai dengan senyum evil kearah D.O. dan tidak disangka, D.O langsung memegang tangan So Hyun satunya, sebelum So Hyun berlalu dari hadapannya. Secara otomatis, L dan So Hyun pun terhenti dari langkahnya. So Hyun sangat terkejut dengan apa yang dilakukan D.O padanya. Kedua tangannya dipegang oleh kedua idol disekolahnya.
“Mwo? Ini tidak sama dengan mimpiku. Lalu apa ini?”


To be continue…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar