Sabtu, 25 April 2015

Idol, My Love part 3

Idol, My Love!

Cast:
-          Kim So Hyun as So Hyun
-          Kim Myung Soo as L/Myung Soo
-          D.O as D.O
-          Krystal as krystal

Genre: School, Friend, Romance, Comedy




Part 3
                So Hyun berjalan mendekati tempat duduk yang ditunjuk oleh guru laki-laki yang sejak tadi membimbingnya. Sebut saja dia Pak Choi. D.O yang melihat itu hanya diam saja. Bahkan dia tidak bisa berbuat apa-apa ketika So Hyun duduk di kursi yang berada disampingnya. Setelah So Hyun duduk, Pak Choi keluar dari kelas setelah menyerahkan So Hyun pada guru yang mengajar. D.O hanya melirik So Hyun sekilas dan menatap kearah depan kembali. So Hyun sama sekali tidak melihat D.O yang berada disampingnya. So Hyun juga tidak menyapa D.O yang kini menjadi teman sebangkunya. Semua siswa yang ada dikelas itu terus melihat kearah keduanya sambil sesekali membicarakannya. Seisi kelas tampak ribut karena So Hyun sebangku dengan D.O.
“Tidak bisa dipercaya prince charming kita membiarkan anak aneh itu duduk disebelahnya.”
“Aku tidak bisa terima anak aneh itu dengan seenaknya duduk disitu. Bagaimana ini?” kata seorag siswi dikelas itu yang merupakan penggemar D.O.
Bahkan ada yang langsung membuat status di media sosial.
“Prince Charming D.O pasti tidak nyaman dengan keadaan ini? Seoarang siswi baru dengan beraninya duduk disebelahnya.  Apa yang harus kita lakukan?” ketik salah seorang siswi yang berada dikelas itu. Beberapa detik kemudian, komentar-komentar aneh terhadap status itu bermunculan.
“Tidak bisa dibiarkan!”Prince Charming kita pasti sangat marah!” “siswi baru itu harus diberi pelajaran!” “Tidak ada yang boleh mendekati Prince Charming D.O kita!!” “Oh, betapa beruntungnya gadis itu..” “Aku ingin menggantikan gadis itu!” “aku sangat iri! tidak bisa dibayangkan bisa melihat wajah D.O dengan sedekat itu. Bahkan bau badannya juga!” dan masih banyak lagi komentar aneh-aneh yang terus bermunculan. Namun So Hyun yang dibicarakan sama sekali diam saja. Pandangannya lurus kedepan dengan tatapan mata sedingin es. Bahkan D.O pun demikian, diam dan terus menatap kedepan.
“Apa dia juga tidak mengenal D.O?”
“Mungkin saja. Dia kan dari Inggris. Wajar saja dia tidak tahu L dan D.O.”
“Lihatlah..” kata siswi dikelas itu menunjuk D.O dan So Hyun. Lalu teman sebangkunya melihat kearah keduanya. “Bahkan suasananya tampak sedingin es. Benar-benar aneh.” Sambung siswi itu lagi.
Di kelas lain, tampak L dibangkunya sedang memikirkan sesuatu. Dia sama sekali tidak memperhatikan guru yang sedang mengajar dikelasnya. Pikirannya melayang entah kemana. Tampak sesekali murid-murid yang ada dikelasnya melihat dirinya. L rupayanya terbayang kembali oleh kejadian tadi pagi.
“Memang siapa kau? Apa kau artis? Mengapa juga aku harus mengenalmu?” perkataan So Hyun terus terngiang ditelinganya.
L? apa itu? Aku tidak tahu. Aku harus pergi.”  L terus memikirkankan perkataan so Hyun padanya tadi pagi.
“Sangat aneh. Bagaimana bisa dia tidak mengenalku? Apa aku tidak sepouler itu?” L pun mengacak-acak rambutnya.
“Tapi, mengapa seragamnya berbeda? Apa dia bukan murid SMA ini? Tapi mengapa dia tadi ada disini? Untuk apa dia disini?” kata L pelan.
“Aisyhh!!” suara L memecahkan keheningan dikelasnya. Semua siswa pun langsung melihat kearahnya. Termasuk guru yang langsung menegurnya.
“L ada apa denganmu? Apa terjadi sesuatu”
“Heh? Tidak ada apa-apa. Hehe..” jawaban L membuat semua siswa di kelas itu berkasak-kusuk.
“Ada apa dengan L?” “Adakah sesuatu yang mengganggunya?” “Apa kita harus membantunya?” suara berisik di kelas membuat guru yang mengajar dikelas itu menegur semua murid disana.
“Tenanglah! Kita sedang belajar saat ini!” kata guru itu lantang. Seketika susana kelas berubah menjadi hening kembali.
“Baiklah, kita lanjutkan pelajaran hari ini.” Kata guru perempuan itu.
Lagi-lagi L tenggelam dalam lamunannya kembali. Pikirannya melayang jauh menerawang ke langit.
“Apakah dia benar-benar tidak mengenalku? Apakah aku harus memperlihatkan ke gadis itu bahwa aku sangat terkenal? Aiysshh…. Benar-benar mengganggu. Kenapa juga aku harus memikirkan hal kecil semacam itu.” Kata L dalam hati. Jari telunjuknya terus mengetuk-ngetuk mejanya. Dia terlihat sangat penasaran dengan hal itu. L lalu berkata dalam hatinya kembali.
“Ok, lupakan.. fokuslah L, fokus. Itu tidak penting.” Sambil sesekali L memejamkan matanya.
Jam telah menunjukkan pukul 12.30. Suasana diantara So Hyun dan D.O masih sedingin es. Tidak ada kata yang terucap  sama sekali. Sejak So Hyun memasuki kelas  untuk pertama kalinya setelah istirahat kedua, tidak ada tegur sapa diantara kedua. Diam dan cenderung cuek. Bahkan melirikpun tidak. D.O seolah hanya duduk sendirian. Tidak menganggap So Hyun sama sekali. Begitupun So Hyun. Bahkan ketika guru memerintahkan untuk membuka buku paket, D.O sama sekali tidak menawari untuk menggunakannya bersama. Padahal D.O tahu bahwa So Hyun tidak punya buku paket itu. So Hyun juga tidak meminta D.O untuk berbagi dengannya. Benar-benar sangat aneh. Semua murid yang ada dikelas itu tidak henti-hentinya membicarakan mereka berdua.
“Lihat mereka berdua, tidak bisa dibayangkan jika aku berada diantara keduanya. Benar-benar sangat dingin.” Celetuk siswi yang duduk dibelakangnya.
“prince charming kita memang keren, dia begitu cool, dia sama sekali tidak terpengaruh dengan murid aneh itu.” Balas teman yanga ada disebelah siswi itu.
Suara bel pulang berbunyi. Bahkan sampai pulang pun So Hyun dan D.O sama sekali tidak saling menyapa. Suasana dingin itu berakhir setelah So Hyun berjalan meninggalkan D.O yang terlihat masih duduk disitu. Setelah So Hyun meninggalkan kelas, D.O pun berjalan meninggalkan kelas juga. Banyak penggemarnya yang telah menunggunya didepan kelas. Teriakan para penggemarnya membuat D.O berhenti sebentar. Dia lalu melihat penggemarnya itu dengan tersenyum kecil. Semua penggemarnya yang berada disitu langsung berteriak melihat D.O yang jarang sekali tersenyum. Baru setelah itu dia melangkahkan kakinya dengan cool. Suara teriakan penggemarnya terus mengiri langkahnya.
                Disisi lain, L berjalan meninggalkan kelasnya dengan teriakan penggemarnya juga. Banyak kado yang dia terima dari penggemarnya. Dan semua kado itu dibawa oleh manajer yang ada dibelakangnya. Berbeda dengan D.O, L berjalan sambil sesekali melontarkan senyum manisnya itu. Tak henti-hentinya suara teriakan penggemarnya surut. Hingga dia melihat So Hyun yang berjalan melewatinya.
“Hyaaa!!! Kau yang berseragam merah berhenti!” menunjuk So Hyun yang memang memakai seragam merah. Sedangkan SMA Seo Jin memakai seragam warna biru tua (lihat Kystal-The Heirs). Semuanya pun melihat kearah So Hyun, termasuk para penggemarnya. Namun So Hyun cuek saja dan terus melangkah kakinya. Semua orang pun heboh karena So Hyun sama sekali tidak peduli dengan panggilan L. padahal sebelumnya, jika L memanggil seseorang, maka orang itu akan berteriak histeris, atau loncat-loncat tidak jelas karena sangat gembira atau bahkan ada yang pingsan karena tidak percaya sorang L memanggil dirinya. Dan baru kali ini, panggilan L diabaikan oleh oleh lain.
“Apakah L memanggil gadis pagi tadi itu?”
“Kurasa begitu. Omo!! Lihatlah! Gadis itu tidak peduli dengan panggilan L!” komentar salah satu penggemarnya.
L yang masih penasaran pun mengejar So Hyun yang sudah menjauh. Melihat L yang berlari, semua penggemarnya pun ikut berlari mengikuti L. L yang sudah berada dibelakang So Hyun pun memanggilnya lagi.
“Hei gadis tadi pagi!” teriak L. namun lagi-lagi So Hyun terus melangkahkan kakinya tanpa peduli panggilan L.
“Hyaaa!!! Heii kau!! Berhentilah!!” So Hyun pun tetap melangkahkan kakinya.
“Aiyyssss… gadis itu!” teriak L lagi, hingga akhirnya dia berjalan cepat dan memegang tangan So Hyun dari belakang. Seperti awal pertemuan mereka dulu. Namun So Hyun tidak membalikkan badannya.
“Lepaskan tanganku!” kata So Hyun tajam namun pelan.
“Tidak akan.” L pun semakin mempererat pegangannya.
“Aku bilang lepaskan!” teriak So Hyun keras. Namun L malah membalikkan tubuh So Hyun kearahnya. Mereka berdua berhadapan cukup dekat. Mata mereka saling bertemu. Semua murid SMA Seo Jin melihat kejadian itu. Termasuk D.O yang berada tidak jauh dari situ. D.O pun terus melihat kearah keduanya dengan tatapan tajam.


To be continue…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar